Thursday, July 10, 2014


Dewi Bulan


Aku merenung tak henti
Demi bertatap sendiri mati, mengintip rintik titik mentari
Yang kudapati bukan senyuman
Yang kudapati bukan senyuman

                Aku merenung takkan berhenti
                Demi mengais pelita dewi, sang dewi malam-malam sunyi
                Yang kurasakan bukan penyesalan
                Yang kurasakan bukan penyesalan

Aku memanjat tinggi ke langit
Demi menggapai asa sejati, sesejati malam yang takkan pernah mati
Secerah senyum sang kilasan mentari
Yang kudapati bukan potret diri
Tapi, hanya senyum mati sang gulita hati

                Aku memanjat sekali lagi
                Demi menunggu sang bintang jatuh, tuk menangkap permohonannya
                Ia saja menghilang, tanpa jejak, tanpa arah
                Yang kurasakan bukan kesenangan hati
                Tapi, aku tak dibiarkan bermimpi

Demi senyum sang dewi malam, sang dewi bulan
Aku menatap indah bulan, senyum menawan
Andai sang bintang dapat mendekat, ingin kusampaikan salam padanya
“Aku mencintai senyumannya” pungkasku

No comments:

Post a Comment