Dewi Bulan
Aku merenung tak henti
Demi bertatap sendiri mati, mengintip rintik titik mentari
Yang kudapati bukan senyuman
Yang kudapati bukan senyuman
Aku merenung
takkan berhenti
Demi mengais
pelita dewi, sang dewi malam-malam sunyi
Yang kurasakan
bukan penyesalan
Yang kurasakan
bukan penyesalan
Aku memanjat tinggi ke langit
Demi menggapai asa sejati, sesejati malam yang takkan pernah
mati
Secerah senyum sang kilasan mentari
Yang kudapati bukan potret diri
Tapi, hanya senyum mati sang gulita hati
Aku memanjat
sekali lagi
Demi menunggu
sang bintang jatuh, tuk menangkap permohonannya
Ia saja
menghilang, tanpa jejak, tanpa arah
Yang kurasakan
bukan kesenangan hati
Tapi,
aku tak dibiarkan bermimpi
Demi senyum sang dewi malam, sang dewi bulan
Aku menatap indah bulan, senyum menawan
Andai sang bintang dapat mendekat, ingin kusampaikan salam
padanya
“Aku mencintai senyumannya” pungkasku
No comments:
Post a Comment