Monday, July 7, 2014


Malaikat Tanpa Sayap

Awalnya dulu
Kami hanya kami
Bukan cahaya
Apalagi Tuhan (?)

            Kalian datang
            Gerombolan debu
            Ramaikan dosa
            Yang bahkan tak mampu kutanggung


Kalian hanya membatu
Satu satu bisu
Dua dua buta
Tiga empat tuli
Kami hanya melongo
           
            Tak habis piker
            Urat tegangku terpelintir
            Syarafku terputus, putus-putus

Lalu yang berlalu
Debu debu menipis
Tangis tawa terkikis
Akar itu sudah menjelma ke benalu

            Satu satu bisu
            Dua dua buta
            Tiga empat tuli

Pasti kalian menerima semua
Celotehan celotehan dewa
Pekik pekik neraka
Cekikikan nafsu dunia
Juga senang tawa kami para tetua

            Kami hanya mampu menampar !
            Kami hanya bisa mengalasi !
            Kami hanya mampu membakar !
            Jasad kosong kalian belum berarti !
            Ludah kami berteriak !
            Keringat kami menangis !
            Air mata kami merata !
            Setiap lengkung yang mungkin tergores

Tak habis piker
Urat tegangku terpelintir
Syarafku terputus, putus-putus

            Mungkin klian tak mengerti
            Arti dari caci maki kami
            Derap derai air nutfah kami
            Dalam seberdiri gubuk derita itu !
            Pasti kalian tak menyadari !
            Tangis alam yang menggenangi !
            Pekik awan yang menyuarai !
            Atau robohnya jasad mentari kan ?!
            Kami ingin berseru
            “ Sama “ dengan kami !!

Lalu yang berlalu
Debu-debu menipis
Tangis tawa terkikis !
Akar itu menjelma ke benalu

Pernahkah kalian mengingat memori itu ?
Tawa ikhlas kami
Tangis sendu kami
Senyum manis kita bersama ?
Mungkin kami tua
Namun kami lebih seperti bayi !
Kami bersalah
Namun tak ingin mengangguk !
Kami berdosa
Namun tak mampu mendoa !
Entah mengapa senyum kalian itu bahagianya kami
Walau kalian takkan percaya

Lalu yang berlalu
Debu-debu menipis

            Inikah akhir dunia ?
            Jika iya, kami senang !
            Inikah namanya neraka ?
            Jika tidak, tolong katakana dimana surga !!
            Ingat hari ini nak !
            Belenggumu lepas
            Langkahmu takkan terpapas
            Pijaklah pundak kami
            Terbang, terbang !
            Raihlah jauh citamu
            Sampaikan mimpimu pada-Nya !
            Jangan lupa neraka ini
            Jangan lupa pada kami para nenek-kakek tua dunia

Selamat Tinggal “ Malaikat Tanpa Sayap “ Kami …

No comments:

Post a Comment